Senin, 03 September 2012

Cara Menghitung Biaya Internet

Menggunakan internet sebenarnya tidak  memerlukan biaya apapun. Biaya yang harus di keluarkan adalah biaya sewa peralatan ISP yang  digunakan untuk akses ke internet.
Terdapat tiga sistem perhitungan pembayaran yang ditagihkan pihak penyedia jasa akses internet kepada pelanggannya. Berikut ketiga jenis sistem perhitungan pembayaran tersebut.


a. Volume Base
Sistem perhitungan jenis ini mengacu pada jumlah data yang diambil dari internet. Umumnya, perhitungan berdasarkan kelipatan kilobyte data yang diambil, contohnya Rp10/kB dan Rp5/kB. Volume base banyak digunakan untuk mendapatkan akses melalui operator telepon selular berbasis GSM ataupun CDMA. Koneksi volume base sebaiknya Anda pilih jika Anda sering mengakses informasi internet yang berbasis teks atau bagi Anda yang sering mengobrol di internet (chating). Hal ini dikarenakan informasi berbasis teks ukuran datanya relative lebih kecil dibandingkan bentuk grafis atau gambar.

b. Time Base
Sistem perhitungan biaya jenis ini mengacu pada berapa lama koneksi internet terhubung dengan komputer Anda. Umumnya, jenis koneksi dial up menggunakan saluran telepon menggunakan sistem perhitungan biaya time base. Adapun perhitungannya biasanya dilakukan untuk koneksi setiap menit, contohnya Rp75/menit atau Rp25/menit. Koneksi dengan sistem time base lebih baik dipilih untuk Anda yang sering mengambil file-file berukuran besar dari internet, seperti file audio dan video.

c. Flat Rate/Unlimited
Sistem flat rate/unlimited merupakan sistem pembayaran yang ditagihkan dengan tarif tetap untuk jangka waktu tertentu, umumnya setiap bulan. Dengan sistem ini, Anda memiliki akses internet setiap saat, bahkan Anda dapat terus on line selama sebulan tanpa tambahan biaya. Sistem pembayaran jenis ini disediakan beberapa operator telepon selular di Indonesia juga beberapa ISP dengan koneksi melalui kabel.

Pembiayaan dengan sistem flat rate ini umumnya tepat digunakan bagi mereka yang membutuhkan koneksi internet terus-menerus. Contohnya, perkantoran atau mereka yang memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap komunikasi dan transfer data melalui internet. Sebagai perbandingan ketiga jenis sistem pembayaran tersebut, berikut diberikan contoh paket akses internet yang ditawarkan salah satu ISP di Indonesia menggunakan jaringan ADSL (Asymmetric Digital Subcriber Line).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar